Kriteria Sindrom Asperger (Aspie) untuk Segala Umur Dan Perbandingannya dengan Narsisis

“You don’t suffer from Asperger, you suffer from other people” – Tony Attwood. 

Beberapa minggu terakhir merupakan perjalanan hidupku yang paling produktif dalam tahap menemukan jati diriku. Aku menemukan seorang counsellor yang bisa membuatku merasa aman untuk memulai proses penyembuhan untuk kondisi mental dan emosional jiwaku.

Di post terakhir aku udah sharing kalo aku adalah anak dari seorang yang secara klinis (menurut counsellor-ku) mengidap NPD. Aku memiliki pengalaman cukup di masa kecil dan dewasaku untuk membuat diriku merasa abnormal dan rendah dibanding sesama manusia lainnya.

Memori yang aku rekam di benakku sejak kecil sudah dimulai dengan:

  • rasa rendah diri yang luar biasa
  • rasa malu yang teramat sangat
  • rasa bingung untuk memulai interaksi sosial dengan orang lain
  • keengganan untuk ditinggal oleh sosok yang aku familiar
  • kesulitan mengutarakan emosi tanpa harus meletup-letup
  • rasa takut untuk mencoba hal baru

Dan ratusan tanda lain yang seiring perjalananku terus bertambah dan mengisi rongga di benakku dengan penuh pertanyaan.

Jadi, ga mungkin kan kalo orang lain salah melulu? Ga mungkin kan kalo aku salah melulu? So what the bleep is wrong with my life?

Somewhat, perjalananku dalam mempertanyakan rasa ingin tahuku menggiringku ke NPD, yang membuka mataku mengenai figur orang tuaku (Bapakku), dan artikel-artikel terkait dengannya membuatku membaca informasi mengenai Asperger Syndrome karena ternyata ciri-ciri NPD dan Asperger ada kemiripan.

Kriteria Asperger menurut Tony Attwood dan Gray:

  1. Interaksi sosial yang dicirikan dengan:
    • sikap super loyal dan tergantung dalam hubungan pertemanan,
    • bebas dari pandangan yang bias atau diskriminatif,
    • bicara jujur berdasar pandangan pribadi,
    • kemampuan untuk mengambil teori pribadi meskipun dibeberkan fakta-fakta yang saling berkonflik,
    • mencari pertemanan berdasar antusiasme untuk topik yang unik,
    • menghabiskan waktu untuk hal yang tidak utama (hal detil),
    • mendengar tanpa asumsi atau menghakimi, tertarik untuk memberi kontribusi pada perbincangan, menjauhi basa-basi,
    • mencari teman yang tulus, autentik, positif dan memiliki selera humor yang bebas dari asumsi.
  2. Memiliki gaya bahasa khas yang bebas:
    • bertujuan mencari kebenaran,
    • bebas dari agenda tersembunyi,
    • vocabulary dan koleksi kata-kata yang kaya,
    • senang dengan permainan kata-kata,
    • pandai menggunakan metafor visual.
  3. Kemampuan berpikir yang:
    • lebih memilih hal detil daripada general,
    • original bahkan unik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan,
    • memori yang kuat,
    • ketekunan untuk mengoleksi dan mengorganisir informasi,
    • pikiran yang tak goyah,
    • memiliki informasi seperti ensiklopedia untuk suatu topik yang ditekuni,
    • teguh pada kegiatan rutinitas tertentu,
    • kejernihan dalam memeluk sebuah prinsip tanpa terpengaruh hal politis ataupun faktor keuangan.
  4. Tambahan faktor seperti:
    • sensitif pada stimulasi indera tertentu (pendengaran, rasa, penciuman, atau lainnya),
    • jago permainan individualis (catur, dayung, renang, dll),
    • akurat dalam daya tahan atau pandangan (dayung, bowling, renang, dll),
    • sering menjadi korban dari hubungan pertemanan dengan orang lain meskipun tetap memiliki pandangan yang positif untuk memulai pertemanan,
    • lebih besar kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat kuliah,
    • sering mengambil peran untuk mengurus orang lain.

Masih awam dengan ciri-ciri diatas, aku memutuskan untuk mengambil quiz Asperger dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

aspiequiz

OK.. ini hasil masih belum dikonfirmasi oleh counsellorku. Namun aku sudah curiga dari awal kalo aku memang seorang Aspie.

Dan seperti yang aku sudah tulis di post sebelumnya mengenai ciri-ciri NPD, aku menemukan kesamaan NPD dengan Asperger seperti berikut:

  1. tampak kurang empati
  2. kesulitan memahami perasaan orang lain
  3. kepribadian yang eksentrik
  4. komunikasi interpersonal yang kasar
  5. kesulitan melihat dari segi pandang orang lain
  6. kurang tanggap dengan tanda-tanda non verbal orang lain
  7. kurang minat terhadap orang lain
  8. kurang waspada secara kondisi mental orang lain
  9. cakupan minat dan aktifitas yang sempit
  10. dalam hubungan interpersonal lebih mengutamakan segi pandang pribadi
  11. sibuk memikirkan agenda sendiri
  12. kesulitan menjaga hubungan yang harmonis
  13. memikirkan diri sendiri
  14. air muka yang tidak berubah
  15. cenderung bereaksi terhadap masalah sosial dengan depresi
  16. level komunikasi yang kurang berkembang

Namun perbedaan mereka juga sangat jelas:

  1. Asperger mau semua pihak senang. Mereka tidak keberatan jika harus mengalah selama orang lain juga senang. Narsisis mau hanya dirinya (dan grupnya) yang senang.
  2. Asperger tidak memperhatikan body language orang lain, narsisis memperhatikan body language orang lain untuk digunakan sebagai senjata ketika menghadapinya.
  3. Asperger tidak punya agenda tersembunyi pada orang lain, narsisis selalu punya agenda pribadi.
  4. Asperger tampak egois karena hanya memikirkan dunianya, narsisis tampak egois karena memang hanya peduli pada keuntungan dirinya sendiri.
  5. Asperger tidak memperhatikan aturan komunikasi sosial dengan orang lain dan cenderung tidak sadar jika orang lain tidak memperhatikan cerita mereka, narsisis selalu memperhatikan aturan komunikasi dan sangat verbal dan menggunakannya untuk mengisi egonya.
  6. Asperger menginginkan pernikahan, pasangan hidup, anak namun tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya. Narsisis pandai mengubah dirinya dari mahluk individualis ke mahluk sosial, dia hanya akan berhubungan dengan orang yang bisa memberikan apa yang dia butuhkan (dan yang dianggapnya layak), atau dengan orang yang bisa dimanfaatkannya.
  7. Asperger tidak memanfaatkan narsisis, namun narsisis memanfaatkan Asperger, bahkan Asperger adalah target favoritnya.
  8. Asperger ingin diperlakukan normal oleh orang-orang sekitarnya namun dia sering direndahkan karena keunikannya, kekurangan ilmu sosialnya, dan kurang keinginan untuk tampak keren dimata orang lain. Sedangkan narsisis akan menerima rasa hormat yang kadang diluar proporsi karena dia pandai tampak keren.
  9. Asperger mengalami telat pertumbuhan sedangkan narsisis mengalami cacat kepribadian.
  10. Asperger kepribadiannya naif dan lugu, sedangkan narsisis licik dan berdosa.
  11. Update: Asperger mengalami kesulitan mengekspresikan empati, namun seringkali mereka terpengaruh oleh emosi orang lain secara berlebihan (affective empathy), sedangkan narsisis memang tidak mampu merasakan empati.

Nah sekian, sekarang silakan kalian mencari mana teman kalian yang Asperger dan mana yang narsisis, dan ingat ya.. hati-hati kalo mau mendiagnosa seseorang atau pun mendiagnosa dirimu sendiri.

Enjoy!

Sources:

https://theotherside.wordpress.com/my-ramblings-about-autism-aspergers-syndrome/good-qualities-or-aspie-advantages/

https://aegyokawaiisneurodiversityblog.wordpress.com/2015/09/06/aspergers-syndrome-vs-narcissistic-personality-disorder/

http://www.myaspergerschild.com/2015/05/is-it-aspergers-or-narcissism-or-both.html

Advertisements

One thought on “Kriteria Sindrom Asperger (Aspie) untuk Segala Umur Dan Perbandingannya dengan Narsisis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s